PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Kenaikan Output Industri Australia Hambat Laju Kenaikan Harga Emas Spot

newsmaker.idnewsmaker.id mengalami tekanan ringan menyusul rilis data produksi industri dan neraca komoditas Australia kemarin yang mencatatkan pertumbuhan positif di atas estimasi pasar. Kenaikan output industri dari salah satu negara pemasok bahan mentah terbesar dunia ini memberikan sinyal positif bagi kesehatan rantai pasok global. Dampaknya hari ini adalah menguatnya mata uang dolar Australia dan minat pada pasar ekuitas berbasis komoditas, yang sedikit mengalihkan alokasi modal keluar dari emas.
Pelemahan tipis pada harga emas hari ini juga dipengaruhi oleh pergerakan stabil imbal hasil surat utang pemerintah Amerika
Serikat yang menahan minat spekulatif. Para pedagang harian di bursa berjangka memilih untuk mengamankan keuntungan kecil melalui aksi jual cepat menjelang penutupan sesi perdagangan Asia. Sepinya rilis data ekonomi bernilai tinggi pada siang hari ini membuat dinamika harga emas sangat didominasi oleh pergerakan teknis murni.
Meski demikian, penurunan harga emas tergolong sangat terbatas karena adanya dukungan pembeli fisik di tingkat harga bawah dari pasar Tiongkok dan India. Pembelian fisik dari kawasan tersebut terus berfungsi sebagai penahan benturan saat harga emas internasional tertekan oleh faktor moneter Barat. Secara keseluruhan, struktur grafik harian masih berada dalam koridor konsolidasi jangka pendek yang terjaga.
Forecast untuk perdagangan sesi New York nanti malam memperlihatkan potensi emas untuk bergerak dalam kisaran harga yang moderat dengan kecenderungan menguji batas atas support. Laporan data perkembangan pasar perumahan dan izin membangun di AS malam nanti akan menjadi pemicu fluktuasi utama yang perlu dicermati. Penggunaan strategi trading berbasis batasan kisaran harga dengan sasaran profit yang masuk akal menjadi pendekatan terbaik malam nanti - https://ptrifanbandung.weebly.com/blog/pt-rifan-financindo-bandung-perlambatan-sektor-jasa-asia-redam-minat-beli-pada-aset-berisiko
sumber : newsmaker.id































Comments