Rifan Financindo - Bursa Berjangka Eropa Naik, Inflasi Jerman, Credit Suisse Jadi Fokus
- PT Rifan Financindo Berjangka Bandung
- Feb 9, 2023
- 2 min read

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Bursa saham Eropa diharapkan akan bergerak naik pada pembukaan hari Kamis dan investor mencerna data inflasi Jerman terbaru serta kelanjutan musim laporan keuangan perusahaan kuartalan.
Pukul 14.00 WIB, kontrak DAX futures di Jerman menguat 0,7%, CAC 40 futures Prancis naik 0,5%, dan FTSE 100 futures di Inggris naik 0,3%.
Indeks harga konsumen Jerman untuk Januari, yang sempat tertunda karena alasan teknis, meningkat sebesar 1% pada bulan itu, lebih dari yang diperkirakan, tetapi angka tahunan hanya naik menjadi 8,7%, di bawah 8,9% yang diharapkan, data menunjukkan Kamis.
Para investor, baik di Eropa maupun di AS, telah mencari tanda-tanda bahwa inflasi telah mencapai puncaknya, sehingga para gubernur bank sentral dapat mulai membatasi kenaikan suku bunga yang agresif.
European Central Bank (ECB) menaikkan suku bunga sebesar 50 bps minggu lalu dan mengisyaratkan langkah yang sama untuk bulan depan.
Jika tekanan inflasi yang mendasari tidak turun secara material, mempertahankan laju kenaikan saat ini hingga Mei mungkin akan tetap dipertahankan," kata pengambil kebijakan ECB, Klaas Knot, pada hari Rabu.
Di seberang Atlantik, Ketua Federal Reserve Jerome Powell menyampaikan nada yang tidak terlalu hawkish daripada yang dikhawatirkan pada hari Selasa. Namun sejumlah koleganya, termasuk Gubernur Fed Christopher Waller, ingin menekankan pada hari Rabu bahwa bank sentral belum selesai dengan siklus kenaikannya, dengan mengatakan "kita masih harus melangkah lebih jauh" untuk memerangi inflasi.
Kembali ke Eropa, musim laporan keuangan kuartalan terus berlanjut.
Credit Suisse (SIX:CSGN) kemungkinan besar akan menjadi sorotan setelah bank asal Swiss yang dilanda skandal ini membukukan kerugian tahunan sebesar CHF7,29 miliar (CHF1 = $1,0881), angka terburuk sejak krisis keuangan 2008 dan kerugian tahunan kedua berturut-turut.
Bank terbesar kedua di Swiss tersebut mengalami kerugian bersih sebesar CHF1,39 miliar selama tiga bulan hingga akhir Desember, turun sebesar 33% dari tahun sebelumnya.
ArcelorMittal (AS:MT), produsen baja terbesar kedua di dunia, melaporkan laba inti kuartal IV sebesar $1,26 miliar, turun dari $5,05 miliar pada tahun sebelumnya, tetapi mengatakan bahwa mereka memperkirakan pengiriman baja akan meningkat sekitar 5% pada tahun ini.
Angka-angka kuartalan juga dijadwalkan datang dari perusahaan-perusahaan seperti AstraZeneca (LON:AZN) dan Unilever (LON:ULVR).
Harga minyak stabil pada hari Kamis di dekat level tertinggi dua minggu, meskipun cadangan minyak mencapai level tertinggi
selama berbulan-bulan, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan melemahnya permintaan di negara dengan perekonomian terbesar di dunia ini.
Stok minyak mentah di Amerika Serikat naik sebanyak 5 juta barel minggu lalu ke tingkat tertinggi sejak Juni 2021, Badan Informasi Energi mengatakan pada hari Rabu.
Pukul 14.00 WIB, minyak WTI naik ke $78,48 per barel, dan kontrak Brent naik 0,1% di $85,16.
Kedua kontrak tersebut naik lebih 3% minggu ini dalam optimisme akan pemulihan permintaan di China dan menyusul gangguan pasokan yang disebabkan oleh gempa bumi di Turki dan Suriah.
Selain itu, emas berjangka diperdagangkan sebagian besar flat di $1.890,55/oz, sementara EUR/USD naik 0,2% ke 1,0729 - RIFAN FINANCINDO
Sumber : investing.com































Comments