top of page

PT Rifan - EUR/USD Berhenti Dari Kenaikan 6 Minggu, Bisakah Naik Lagi?

  • Jan 9, 2023
  • 4 min read

PT RIFAN BANDUNG - Minggu lalu adalah minggu yang menarik buat Euro. Di satu sisi, EUR/USD sempat turun sebanyak 2%. Jika saja penurunan ini berkelanjutan, maka ini akan menjadi minggu terburuk bagi Euro sejak pertengahan bulan September. Namun, Euro akhirnya berhasil bangkit kembali pada hari Jumat menghadapi dollar AS, yang tertekan turun setelah keluarnya laporan Nonfarm Payrolls AS bulan Desember dan laporan Purchasing Manager Index Jasa oleh ISM, sehingga kerugian EUR/USD berkurang menjadi tinggal hanya 0.5%. Meskipun demikikan ini mengakhiri kenaikan selama enam minggu berturut – turut. Pergerakan EUR/USD pada minggu ini sangat tergantung kepada data inflasi AS yang akan keluar pada hari Kamis.


Apa yang Terjadi Pada Minggu Lalu?

Memulai minggu perdagangan yang baru pada minggu lalu di 1.0705, EUR/USD mengakhiri minggu lalu dengan penurunan ke 1.0645. Penurunan EUR/USD sudah dimulai dari sejak hari Senin ke 1.0680 yang dilanjutkan ke 1.0519 pada Selasa pagi, karena menguatnya dollar AS, namun pada Selasa malam berhasil naik ke 1.0550 dengan berkurangnya kekuatan naiknya USD. Hari Rabu semula melanjutkan kenaikan ke 1.0635 sebelum akhirnya turun kembali ke 1.0615. Hari Kamis melanjutkan penurunannya ke 1.0525 setelah keluarnya laporan pekerjaan swasta dari ADP, yang lebih kuat daripada yang diperkirakan dan dari bulan sebelumnya. Pada hari Jumat, berhasil naik ke 1.0645 setelah keluar data dari AS.


Pergerakan Harian EUR/USD Minggu Lalu

EUR/USD diperdagangkan di dalam rentang harga yang sempit di bawah 1.0700 pada jam perdagangan sesi AS hari Senin, dengan kondisi perdagangan masih sepi karena pasar – pasar utama dunia masih tutup karena liburan tahun baru. Sementara itu S&P Global Manufacturing PMI untuk zona Euro, muncul dengan angka di 47.8 untuk bulan Desember, sebagaimana dengan yang telah diperkirakan.


EUR/USD diperdagangkan di sekitar 1.0680 pada awal perdagangan sesi New York, naik dari kerendahan intraday di 1.0656 meskipun masih di bawah dari ketinggian yang diperoleh pada penutupan perdagangan hari Jumat tahun 2022 di 1.0705. Dollar AS mengalami kenaikan pada saat dimulai pembukaan mingguan, namun karena kebanyakan pasar keuangan masih tutup karena liburan tahun baru, kenaikan dollar AS masih dibatasi.


S&P Global mempublikasikan angka PMI Manufaktur bulan Desember dimana angka Jerman direvisi turun dari 47.4 ke 47.1, sementara indeks Uni Eropa berada pada 47.8 sebagaimana yang sebelumnya telah diperkirakan.

Data dari Cina menunjukkan bahwa PMI Manufaktur Cina turun ke 47. Ditambah lagi, PMI Non-Manufaktur juga jatuh ke 41.6 dari angka bulan sebelumnya pada bulan November di 46.7.


EUR/USD berjuang untuk bisa naik ke atas 1.0550, diperdagangkan di sekitar 1.0545 pada jam perdagangan sesi AS hari Selasa dengan indeks dollar AS turun dari ketinggian hariannya.


Pada jam perdagangan sesi Eropa, para pemain di pasar membeli dollar AS sehingga membawa EUR/USD turun lebih dari 100 pips. Pasangan matauang ini pada awalnya jatuh ke 1.0533 lalu meneruskan penurunannya sampai ke 1.0519, level terendah sejak 12 Desember, sebelum akhirnya berbalik naik mengarah ke 1.0550 dengan berkurangnya kekuatan dari USD.


Euro bukan hanya satu-satunya matauang yang terpukul oleh karena naiknya permintaan atas dollar AS, dan tetap kuat meskipun pasar saham juga naik dan membukukan keuntungan yang substansial yang merefleksikan sentimen pasar yang membaik pada permulaan tahun yang baru.


Jerman merilis perkiraan pendahuluan dari Harmonized Index of Consumer Prices (HICP) bulan Desember, yang naik dengan kecepatan tahunan di 9.6%, jauh di bawah dari yang diperkirakan di 10.7%, dan turun dari 11.3% YoY pada bulan November. Sebelumnya, Jerman mempublikasikan Unemployment Change bulan Desember yang turun -13.000, membaik dari sebelumnya yang naik 17.000.


Hari Rabu, EUR/USD sempat turun ke arah 1.0600 setelah menyentuh ketinggian harian di 1.0635. Aksi jual dollar AS kelihatannya berhenti sejenak dengan investor menunggu laporan PMI manufaktur dari ISM.


Laporan PMI manufaktur AS dari ISM muncul sedikit di bawah dari yang diperkirakan dan di bawah dari bulan sebelumnya, membuat pasangan matauang EUR/USD berhasil naik kembali dan diperdagangkan di sekitar 1.0615.


PMI manufaktur dari ISM muncul di 48.4% pada bulan Desember dibandingkan dengan perkiraan konsensus di 48.5% dan angka bulan November di 49%. Angka PMI manufaktur di 48.4 ini merupakan angka terendah sejak Mei 2020 di 43.5.


Penurunan tajam dari yields obligasi pemerintah selama jam perdagangan sesi Asia, menekan turun dollar AS. Sementara itu dollar Australia naik membumbung tinggi di tengah berita – berita bahwa Cina kemungkinan mengangkat secara parsial larangan impor batu bara dari Australia. Sementara itu, Yen Jepang naik karena berita bahwa Bank of Japan berusaha menurunkan yields obligasi pemerintah.


S&P Global mempublikasikan perkiraan final dari PMI bulan Desember. PMI jasa Jerman dilaporkan naik ke 49, sementara yang dari zona Euro dikonfirmasi berada pada 49.8, yang menunjukkan bahwa Uni Eropa telah meninggalkan yang paling buruk di belakang. Laporan – laporan ini menunjukkan bahwa tekanan harga tetap tinggi namun selanjutnya turun dari puncak yang dicapai mereka. Berita ini memberikan sedikit dukungan terhadap EUR.


EUR/USD berada di bawah tekanan bearish dan turun ke bawah 1.0550 di sekitar 1.0525 pada awal jam perdagangan sesi AS hari Kamis. Data dari ADP menunjukkan bahwa employment sektor swasta AS pada bulan Desember bertumbuh dengan kecepatan yang lebih kuat daripada yang diperkirakan. Hal ini memberikan dorongan naik bagi dollar AS.

Dollar AS mendapatkan kekuatan pada hari Rabu dengan munculnya risalah pertemuan FOMC AS yang hawkish, dengan para pembuat kebijakan dengan jelas menyatakan keprihatinan mereka mengenai inflasi dan percaya bahwa resiko dari tekanan harga masih tetap tinggi.


Pada hari Kamis, laporan employment sektor swasta nasional AS dari ADP muncul dengan kenaikan pekerjaan sebanyak 235.000 pada bulan Desember, dibandingkan dengan yang diperkirakan, kenaikan sebesar 153.000. Munculnya angka employment dari ADP yang lebih tinggi daripada yang diperkirakan ini.


Angka initial weekly jobless claims AS turun sebanyak 19.000 ke 204.000 dalam minggu yang berakhir pada hari Sabtu minggu lalu. Angka yang keluar dengan penurunan ini mengejutkan pasar. Para ekonom memperkirakan angka initial jobless claims akan muncul di 225.000 setelah revisi angka minggu sebelumnya ke 223.000 - PT RIFAN


Sumber : vibiznews.com

 
 
 

Comments


Featured Posts
Recent Posts
Search By Tags
Connect
  • Google+ Social Icon
  • Facebook Social Icon
  • LinkedIn Social Icon
  • Twitter Social Icon

KANTOR PUSAT

JAKARTA
AXA Tower Kuningan City Lt. 30

Jl. Prof. DR. Satrio Kav. 18

Kuningan Setia Budi, Jakarta 12940

Telp : (021) 30056300, Fax : (021) 30056200

Email : corporate@rifan-financindo-berjangka.co.id

Success! Message received.

  • Google+ Social Icon
  • Facebook Social Icon
  • LinkedIn Social Icon
  • Twitter Social Icon

© 2023 by Phil Steer . Proudly created with Wix.com

bottom of page