Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Dekat Tertinggi 1 Bulan, Pasar Tinjau Ulang Kenaikan Suku Bu
- PT Rifan Financindo Berjangka Bandung
- Jul 14, 2023
- 2 min read

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas naik tipis pada hari Jumat, bertahan di dekat level tertinggi satu bulan usai data inflasi AS yang lemah membuat investor menilai kembali seberapa besar kenaikan suku bunga AS.
Logam mulia ini catat kenaikan mingguan terbaiknya sejak akhir April, setelah rebound kuat dari support $1.900/oz usai data inflasi produsen dan konsumen menunjukkan angka yang lebih lemah dari yang diperkirakan untuk bulan Juni.
Data tersebut membuat investor memangkas ekspektasinya untuk kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini, yang pada gilirannya memberikan prospek yang lebih cerah untuk emas dan aset-aset non yield lainnya.
Penurunan dolar ke posisi terendah 15 bulan juga menguntungkan emas dan komoditas lain yang dihargai dalam greenback.
Emas spot bergerak tipis di $1.961,24/oz, sementara emas berjangka naik 0.1% ke $1.965,25/oz pukul 11.53 WIB. Kedua instrumen ini diperkirakan akan naik hampir 2% minggu ini.
Puncak suku bunga The Fed jadi fokus saat turunnya inflasi
Melambatnya inflasi AS membuat trader mempertanyakan apakah the Fed akan memiliki cukup dorongan untuk melakukan dua kali kenaikan suku bunga lagi tahun ini.
Meskipun bank sentral secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin bulan ini, pasar berspekulasi bahwa kenaikan tersebut akan menandai akhir dari siklus kenaikan suku bunga The Fed saat ini, dan suku bunga akan tetap sebesar 5,5% hingga tahun depan.
Meskipun skenario ini menjadi pertanda baik untuk harga emas, mengingat bahwa suku bunga yang lebih tinggi mendorong biaya peluang untuk memiliki aset yang tidak memberikan yield, kenaikan lebih lanjut logam mulia ini juga cenderung terbatas, mengingat suku bunga AS berada pada level tertinggi lebih dari 15 tahun.
Pejabat Fed juga mengingatkan bahwa bank sentral akan mencari isyarat yang lebih jelas bahwa inflasi telah menurun. Gubernur Christopher Waller mengatakan bahwa kekuatan di pasar tenaga kerja dan aktivitas ekonomi juga memberikan ruang gerak yang cukup bagi the Fed untuk terus menaikkan suku bunga.
Namun, Fed Fund futures menunjukkan bahwa pasar memperkirakan kemungkinan yang lebih besar untuk suku bunga AS mencapai puncaknya di 5,5% tahun ini - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
Sumber : investing.com































Comments